Pangeran Harry Dengan Kenakalanya

Pangeran Harry adalah pewaris ke tiga tahta Inggris Raya, anak bungsu Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana. Melihat tampangnya, kelihatannya dia anak baik dan jenaka, tetapi dia sekarang sedang masuk daftar orang tercela. Belum waktunya minum alkohol tetapi ternyata sering mabuk, dan malah suka coba-coba narkoba.

Pangeran Harry menjadi sorotan umum karena dia kepergok suka minum alkohol dan mengisap ganja. Peristiwanya konon sudah tahun lalu dan dia sekarang sudah sembuh dari kenakalannya itu. Tapi karena baru terungkap, orang juga baru ribut sekarang.

Pernah ketika sedang mabuk, Pangeran Harry diusir dari sebuah pub karena berbuat onar. Kalau cucu ratu sampai diusir dari warung, ini kan artinya sudah gawat tindak tanduknya. Di rumahnya sendiri, staf rumah tangga Pangeran Charles terkejut ketika mencium aroma ganja dari ruang bawah tanah tempat Pangeran Harry dan kawan-kawannya berkumpul.

Begitu tahu tentang hal ini, Pangeran Charles langsung memanggil anaknya. Dengan tenang, sang Ayah mengatakan kepada Pangeran Harry, "Nak, kamu jangan begitu, alkohol itu tidak baik, dan ganja itu berbahaya". Begitu kira-kira bunyi dialognya, paling tidak menurut bayangan saya.

Menurut keterangan sumber-sumber Istana, memang begitu reaksi Pangeran Charles. Dia tidak marah membabi buta dan memukuli anaknya. Sebagai orang tua masa kini, Pangeran Charles mengatakan, sekali lagi saya cuma mengira-ira, "coba kamu lihat akibat kecanduan obat," dan menyuruh anaknya ke tempat rehabilitasi pecandu heroin. Di situ Harry melihat sendiri orang-orang yang kecanduan narkoba, dan kabarnya sudah insyaf.

Sikap Pangeran Charles ini dipuji banyak orang. Perdana Menteri Tony Blair setuju dengan cara Pangeran Charles mendisiplinkan anaknya. Tony Blair sendiri menghadapi persoalan serupa ketika anak laki-lakinya ditemukan dalam keadaan mabuk terkapar di tempat umum. Jadi dia bisa memberi komentar yang berbobot dan penuh penghayatan, berdasarkan pengalaman sendiri.

Mungkin saya perlu memberi konteks di sini. Minum alkohol memang merupakan pelanggaran hukum, bagi mereka yang belum berumur 18 tahun, tapi di sini anak belasan tahun yang coba-coba minum alkohol biasanya dianggap sebagai kenakalan saja, bukan kejahatan.

Sedangkan menghisap ganja, secara resmi masih merupakan perbuatan pidana. Saya katakan secara resmi, karena pihak berwajib mulai memalingkan muka terhadap pelanggaran yang satu ini.

Jadi kenakalan Pangeran Harry adalah kenakalan remaja biasa, cuma dilakukan oleh anak putra mahkota. Kesan orang umumnya ya, anak raja ternyata sama saja. Kadang-kadang nakal. Mereka yang anti monarki pun, saya kira akan susah memakai peristiwa ini sebagai bukti semakin merosotnya martabat keluarga Kerajaan Inggris.

Reaksi Pangeran Charles juga sangat tipikal zaman sekarang. Tidak perlu marah, tidak perlu keluarkan rotan, lebih baik anak yang nakal diberi nasehat, dan melihat sendiri kerusakan akibat pemakaian narkoba.

Ini berbeda sekali dengan ketika Pangeran Charles masih muda. Sewaktu berumur empat belas tahun, Pangeran Charles langsung disemprot bapaknya ketika ketahuan minta minuman keras di pub. Dari segi pendidikan anak, zaman sudah berubah.

Tapi apa kenakalan remaja sudah berubah? Saya kira tidak, kenakalan seperti yang dilakukan Pangeran Harry sudah sering kita dengar, contoh klasiknya, ya Bapaknya sendiri.