Makalah EKONOMI ISLAM: KAJIAN KONSEP DAN MODEL PENDEKATAN
<div>EKONOMI ISLAM: KAJIAN KONSEP<br />
DAN MODEL PENDEKATAN<p>Oleh : Muhammad Iswadi</p><p>Abstrak:this article is to describe Islamic views on economy<br />as they have been enhsrined in the Koran. There are at least<br />three explanations of what constitute Islam ic econom y: first,<br />the science of Islam ic econom y; second, the system of<br />Islam ic econom y, third, the econom y of M uslim . The<br />em ergence of Islam ic econom y is very m uch to do with the<br />doctrine of riba prohibition. In its m odern practice, banking<br />interest is deem ed to be riba.I n addition,t he study of Islam ic<br />econom y in m odern tim e has been undertaken by m eans of<br />different approaches.</p><p>K ata K unci: Ekonomi Islam, ilmu ekonomi, sistem ekonomi,<br />perekonomian umat Islam.</p><p>Pendahuluan</p><p>Persoalan yang dihadapi um at m anusia sekarang adalah<br />m unculnya suatu pandangan yang m enem patkan aspek m aterial yang<br />bebas dari dim ensi nilai pada posisi yang dom inan.P andangan hidup<br />yang berpijak pada ideologi m aterialism e inilah yang kem udian<br />m endorong perilaku m anusia m enjadi pelaku ekonom i yang<br />hedonistik,s ekularistik dan m aterialistik.D am pak yang ditim bul dari<br />cara pandang inilah yang kem udian m em bawa m alapetaka dan<br />bencana dalam kehidupan sosial m asyarakat seperti eksploitasi dan<br />perusakan lingkungan hidup, disparitaspend apatan dan kekayaan<br />antar golongan dalam m asyarakatd an antar negara did unia,l unturnya<br />sikap kebersam aan dan persaudaraan, tim bulnya penyakit-penyakit<br />sosial, timbulnya revolusi sosial yang anarkhis dan sebagainya.<br />Sistem ekonom i kapitalis telah gagal m enyelesaikan persoalan<br />kem anusiaan, sosial ekonom i. M em ang kapitalis m am pu<br />m ensejahterakan individu atau negara tertentu secara m ateri. Nam un<br />perlu diingatk esejahteraan dan kem akm uran tersebutd ibangun diatas<br />penderitaan orang atau negara lain. Kapitalis tidak m am pu<br />menyelesaikan ketim pangan dan kesenjangan sosial ekonom i bahkan<br />sebaliknya ia m enciptakan dan m elanggengkan kesenjangan tersebut<br />untuk mempertahankan eksisitensinya.<br />Disinilah Islam m elontarkan kritik terhadap sistem ekonom i<br />kapitalis yang bertanggung jawab terhadap perubahan arah, pola dan<br />struktur perekonom ian dunia sekarang ini.P erlu ada suatu kajian yang<br />intensif dalam m em berikan alternatif pandangan,r um usan dan strategi pem bangunan ekonom i yang lebih humanistikde ngan m enggali<br />inspirasi nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qurâ™an, hadits dan<br />sunnah, serta khasanah pemikiran para cendekiawan muslim.</p><p>Nam un tulisan ini tidak berm aksud untuk m enjawab<br />perm asalahan itu sem ua, m elainkan hanya sedikit m em berikan<br />gam baran awal apa itu ekonom i Islam , paling tidak m enurut para<br />sarjana atau ekonom m uslim .T ulisan ini juga diawali dengan sedikit<br />memaparkan bagaim ana pandangan Islam (al-Quran) m engenai<br />ekonom i. Kem udian dilanjutkan dengan pem bahasan apa yang<br />dim aksud dengan ekonom i Islam dan sekaligus juga sejarah singkat<br />munculnya ekonomi Islam.<br />Islam dan Konsep Ekonomi<br />Kehidupan orang-orang pra-Islam diwarnai dengan tajam nya<br />stratafikasi sosial dengan berbagai im plikasi psikologis yang<br />m enyertainya.A da sejum lah kecil anggota m asyarakaty ang m em iliki<br />sem ua akses kekuatan, ekonom i, politik, intelektual dan juga religio-<br />kultural. Berbagai sisi kelebihan tersebut jalin-m enjalin yang pada<br />gilirannya m enem patkan sekelom pok kecil orang tersebut pada posisi<br />yang sangat penting dengan semua hak istimewa yang dimilikinya.<br />Sedangkan sejum lah besar lainnya berada pada posisi yang<br />sangatk ontras.M ereka ham pir tidak m em ilikia kses kekuatan apapun,<br />term asuk kem erdekaan pribadinya sebagai m anusia, serta hak-hak<br />perdatanya yang sangatm endasar.M ereka adalah orang-orang m iskin<br />dan budak-budak belian yang secara turun-tem urun m ewarisi kodrat<br />hidupnya tanpa menyadari hak-hak dasarnya sebagai manusia.<br />Nabi M uham m ad lahir untuk m elakukan berbagai perubahan<br />radikal dan m eyeluruh, untuk m ereform asi secara total kehidupan<br />m anusia yang penuh dengan ketim pangan itu. Agam a yang diajarkan<br />m em baw a aspirasi dan ide tentang tauhid, dem okrasi (politik) dan<br />keadilan sosial (ekonom i). Sesuai dengan tingkat perkem bangan<br />pem ikiran dan tahapan pertum buhan sosials aat itu,N abi m em berikan<br />petunjuk-petunjuk operasional dan teladan-teladan nyata m elalui<br />sunnah-nya.<br />Sebagai suatu cita (ideals) ajaran Islam telah sem purna<br />disam paikan oleh Nabi kepada um atnya (QS.5:4). Nam un dalam<br />konteks aplikasinya lebih lanjut; pokok-pokok ajaran Islam tersebut<br />m em erlukan langkah-langkah sistem atisasi dan interpretasi-<br />interpretasi baru guna m enyesuaikan dengan tingkat perkem bangan<br />kehidupan um at m anusia dan aspirasi-aspirasinya yang kian<br />m eningkat, sesuai dengan perkem bangan m anusia itu sendiri.<br />M em injam pernyataan Goldziherba hwa kebenaran Islam yang ada<br />sekarang ini belumlah bulat. Kebulatannya masih menunggu karya-<br />karya para generasi umat Islam lebih lanjut.</p><p>Teks-teks keagam aan (al-Nushush al-Syarâ™iyyah) m em uat<br />banyak sekali pesan yang berkaitan dengan bidang kehidupan<br />perekonom ian, baik secara eksplisit (sharih) m aupun im plisit (ghairu<br />sharih). Hanya saja secara keseluruhan aksentuasi dari nash-nash<br />tersebut lebih pada ajaran-ajaran atau pesan-pesan m oralu niversalnya,<br />sesuai dengan sem angat dasar al-Qurâ™an itu sendiri yaitu semangat<br />1<br />moral yang menekankan pada ide-ide keadilan sosial dan ekonomi.<br />M isalnya pandangan Islam tentang dunia kerja, prinsip<br />kebebasan dan kejujuran dalam berusaha, produktifitas kerja, dan<br />sebagainya. Serta pandangan dunia (weltanschaung) Islam yang<br />secara keseluruhan berhubungan erat dengan konsep teologi dan<br />eskatologi.<br />Diantara ajaran-ajaran pokok tersebut m isalnya adalah bahwa<br />posisi m anusia di bum i ini adalah sebagai khalifah Tuhan (al-<br />Baqarah:30) dengan m em bawa am anat-Nya (al-Ahzab:72) untuk<br />menciptakan kemakmuran dan kesajahteraan (Hud:61).<br />M anusia tidak boleh takut kepada alam . Karena alam ini justru<br />diciptakan untuk âœm elayaniâ kepentingan m ereka (al-Baqarah:29 ; al-<br />Jatsiyah:13). M ereka tidak boleh duduk pasif, tetapi m ereka harus<br />aktif berusaha dan bekerja (al-Jum â™ah: 10 ; al-Raâ™du:13). M ereka<br />harus m encari bagian rizki yang halal. Dalam berusaha m ereka harus<br />m engindahkan nilaik ejujuran (al-Aâ™raf:85); atas dasar suka rela tanpa<br />paksaan (al-Nisa:29) dalam bidang-bidang yang dibolehkan syariat<br />dan bukan yang bathil (al-Maidah:3).<br />M eskipun m ereka bebas m endapatkan d an m em ilikis etiap hasil<br />jerih-payahnya, nam un m ereka juga harus m em perhatikan fungsi<br />sosial harta hasil usahanya itu dem i kebaikan orang-orang yang<br />nasibnya kurang beruntung (al-Hasyr:7 ; al-Taubah:34 ; al-Rum:30).<br />M ereka juga harus hem atd an efesien dalam m em belanjakan hartanya<br />(al-Isra:26 ; al-Furqan:67) dan sebagainya.<br />Terhadap pesan-pesan al-Qurâ™an tersebut dan juga yang ada<br />dalam hadits atau sunnah rasul, perlu ada interpretasi dan<br />konseptualisasik e dalam bentuk ajaran yang sistem atis sehingga akan<br />lebih m udah untuk dipaham i,d ihayati,d an diam alkan oleh siapa saja.<br />Dengan dem ikian ajaran-ajaran luhur tersebut tidak lagi hanya<br />m erupakan him bauan m oral tapi m enjadi suatu sistem tatanan hidup<br />yang dihayati sebagai way of life dan rule of game yang dipatuhi.<br />Dengan cara itulah ajaran agam a akan benar-benar m em bawa dam pak<br />nyata bagi peningkatan kesejahteraan manusia, lahir dan bathin.</p><p>1<br />Fazlurrahm an, Islam, cet.II, terj. Ahsin M oham m ad, (Bandung : Pustaka,<br />1994), h.36</p><p>Ekonomi Islam: Apa dan Sejarah Singkatnya<br />Ekonom i Islam , m enurut para pem bangun dan pendukungnya,<br />dibangun di atas, atau setidaknya diwarnai, oleh prinsip-prinsip<br />relijius, berorientasi dunia dan akhirat. Dalam tataran paradigm a<br />seperti ini, para ekonom m uslim m asih dalam satu kata, atau<br />2<br />setidaknya,t idak ada perbedaan yang berarti.M ayoritas para ekonom<br />M uslim sepakat m engenai dasar pilar atau fondasi filosofis sistem<br />3<br />ekonom i Islam : Tauhid, Khilafah, Ibadah, dan Takaful, Khurshid<br />4<br />Ahm ad m enam bahkan: Rububiyyahda n Tazkiyah, serta Mas- u-<br />5<br />liyyah (accountability). Nam un ketika dipertanyakan lebih lanjut:<br />apa dan bagaim ana ekonom i Islam itu? Di sinilah terjadi perbedaan,<br />sehingga ada yang m em bagi m azhab ekonom i Islam itu m enjadi tiga<br />yaitu; m azhab Baqir al-Sadr, m azhab m ainstream , dan mazhab<br />6<br />alternatif-kritis. Nam un sayang pengem bangan pem ikiran ketiga<br />m azhab ini belum begitu gencar, kecuali m azhab m ainstream , dan<br />nam paknya m asih m enunggu pem ikiran cerdas dan kreatif dari para<br />pendukungnya untuk mengembangkan.<br />Nam un dem ikian Ekonom i Islam tidak lepas dari terpaan kritik<br />yang dilakukan oleh sejum lah ekonom . Pada um um nya kritikan<br />tersebutd ikelom pokkan oleh Arif,s epertiy ang dikutip oleh M .Husein<br />Sawit, m enjadi tiga kelom pok besar. Pertama, aliran yang<br />m engatakan Ekonom i Islam m erupakan penyesuaian sistem kapitalis<br />atau disebut" the Adjusted Capitalism School". Kedua,d isebutd engan<br />kelom pok konvensional atau "the Conventional School. Ketiga adalah</p><p>Lihat Adiwarm an Karim , "Ekonomi Mikro Islami", (Jakarta : The<br />International Institute of Islam ic Thought Indonesia, 2002), h. 13, lihat juga<br />Adiwarm an Karim ," Ekonomi Islam: Suatu Kajian EkonomiM akro",( Jakarta : The<br />International Institute of Islam ic Thought Indonesia, 2002), h.195-197, dan lihat<br />juga M .B. Hendrie Anto, "Pengantar Ekonomika Mikro Islami", (Jogjakarta :<br />Ekonisia, 2003), h.89-93.</p><p>3<br />Lihat M oham ed Aslam Haneef, "Contemporary Islamic Economic Thought:<br />A Selected Comparative Analysis",( Kuala Lum pur : Ikraq,1 995),h. 2 ,l ihatj uga M .<br />Nejatullah Siddiqi, "Muslim Economic Thinking: A Survey of Contemporary<br />Literature", (Leicester : The Islamic Foundation, 1988).<br />4<br />Lihat Khurshid Ahm ad," Economic Developmenti n an Islamic Framework",<br />dalam Khurshid Ahm ad (ed.), "Studies in Islamic Economics", (Leicester : The<br />Islamic Foundation, 1980), h.178-179<br />5<br />Lihat M . Akhyar Adnan, "An Investigation of Accounting Concepts and<br />Practices in Islamic Banks: The Cases of Bank Islam Malaysia Berhad and Bank<br />MuamalatI ndonesia",P hD Thesis,( Australia : University of W ollongong,1 996),h.<br />136-137<br />6<br />Lihat Adiwarm an Karim , Ibid, lihat juga Adiwarm an Karim , "Ekonomi<br />Islam: Suatu Kajian Ekonomi Makro", (Jakarta : The International Institute of<br />Islam ic Thought Indonesia, 2002), h.195-197, dan lihat juga M .B. Hendrie Anto,<br />"Pengantar Ekonomika Mikro Islami", (Jogjakarta : Ekonisia, 2003), h.89-93, serta<br />lihat juga Im am udin Yuliadi, "Ekonomi Islam: Sebuah Pengantar", (Yogyakarta :<br />LPPI-UMY, 2001), terutama bab II: Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam.</p><p>kelom pok perbedaan paham atau "the Sectarian Diversity School".<br />Ada juga pernyataan kritis yang sepintas nam pak sederhana nam un<br />cukup m endasar: apakah ekonom i Islam m erupakan kapitalism e<br />8<br />m inus riba atau sosialism e plus Islam ?Kem udian ada lagik ritik yang<br />cukup tajam terhadap para ekonom Islam yang selam a ini selalu<br />mengkritik sistem ekonomi lain. Pernyataan kritis tersebut:<br />Secara keseluruhan, ekonomi Islam lebih berhasil<br />menjelaskan apa yang bukan ekonomi Islam, daripada<br />menentukan apa yang membuat ekonomi Islam berbeda<br />sama sekali dengan sistem ekonomi lain. Ekonomi Islam<br />juga lebih banyak mengungkap kelemahan sistem lain<br />daripada menunjukkan (bahwa ekonomi Islam) secara<br />9<br />substansial memang lebih baik.<br />Sem ua kritik yang diajukan kepada Ekonom i Islam tersebut<br />menuntut para pendukungnya untuk memberikan jawaban serius.<br />Ada tiga penafsiran tentang istilah âœekonom i Islam â. Pertama,<br />yang dim aksud adalah âœilm u ekonom iâ yang berdasarkan nilai-nilai<br />atau ajaran Islam . Kalau ini yang dim aksud, m aka akan tim bul kesan<br />bahwa ajaran Islam itu m em punyai pengertian yang tersendiri<br />m engenai apa itu âœekonom iâ. Hal ini tentu akan diikuti dengan<br />pertanyaan, apakah yang dim aksud dengan ekonom i itu m enurut<br />ajaran Islam ? Tepatnya, apakah yang dim aksud dengan âœilm u<br />ekonom i Islam â itu? Disini bisa diajukan beberapa definisi m enurut<br />ekonom muslim.<br />M enurut M uham m ad Abdul M annan, âœEkonom i Islam<br />m erupakan ilm u pengetahuan sosial yang m em pelajari m asalah-<br />masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islamâ.<br />M enurut M .M . M etwally, âœEkonom i Islam adalah ilm u yang<br />m em pelajari perilaku m uslim (yang berim an) dalam suatu m asyarakat<br />Islam yang mengikuti al Quran, Hadis, Ijma dan Qiyasâ.<br />M enurut Hasanuzzam an,âIlm u ekonom i Islam adalah<br />pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang<br />m encegah ketidakadilan dalam m em peroleh sum ber-sum ber daya<br />m aterial sehingga tercipta kepuasan m anusia dan m em ungkinkan<br />mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakatâ.</p><p>7<br />Lihat Husein Sawit, "Metodologi Penelitian Ekonomi Islam: Perlu<br />Berbeda?", m akalah yang disam paikan pada Sem inar Nasional berjudul:<br />"M etodologiP enelitian Ekonom i Islam untuk M engem bangkan Praktek Bisnis yang<br />Islam i", P3EI FE-UII Jogjakarta 13 Oktober 1997. Tulisan ini juga jadi "Kata<br />Pengantar"pad a buku Goenawan M oeham m ad," Metodologi Ilmu Ekonomi Islam:<br />Suatu Pengantar", (Jogjakarta : UII-Press, 2000).<br />8<br />Ibid.<br />9<br />Lihat John L.Esposito dkk (ed.), "EnsiklopediO xford Dunia Islam Modern",<br />jl.2, terj. Eva Y.N. dkk., Entri Ekonomi, (Bandung : Mizan, 2001), h. 4.</p><p>Menurut Akram Khan, âœIlm u ekonom i Islam bertujuan untuk<br />melakukan studi terhadap kesejahteraan (falah) m anusia yang dicapai<br />dengan m engorganisasikan sum ber-sum ber daya di bum i berdasarkan<br />kerjasama dan partisipasiâ.<br />M enurut Um ar Chapra,âEkonom i Islam sebagai suatu cabang<br />pengetahuan yang m em bantu m erealisasikan kesejahteraan m anusia<br />m elalui suatu alokasi dan distribusi sum ber-sum ber daya langka yang<br />seiram a dengan m aqashid (tujuan-tujuan syariah), tanpa m engekang<br />kebebasan individu, m enciptakan ketidakseim bangan m akroekonom i<br />dan ekologi yang berkepanjangan, atau m elem ahkan solidaritas<br />keluarga dan sosial serta jaringan moral masyarakatâ.<br />Dawam Rahardjo berkesim pulan bahwa ilm u ekonom i Islam<br />sebenarnya sam a saja dengan ilm u ekonom i um um nya, yaitu<br />m enyelidiki perilaku m anusia dalam kegiatan produksi,d istribusi dan<br />konsum si yang m enyangkut pilihan terhadap sum berdaya yang<br />sifatnya langka dan alokasi sum berdaya tersebut guna m em enuhi<br />kebutuhan m anusia. Dalam Islam , tujuan kegiatan ekonom i hanyalah<br />m erupakan target untuk m encapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu<br />kebahagian hidup di dunia m aupun di akhirat, dengan m elakukan<br />ibadah kepada Allah. Ilm u ekonom i Islam m em perhatikan dan<br />menerapkan syariah dalam perilaku ekonom id an dalam pem bentukan<br />sistem ekonomi.</p><p>Penafsiran kedua, ekonom i Islam itu dalam artian "sistem<br />ekonom i" (Islam ). Sistem m enyangkut pengaturan, yaitu pengaturan<br />kegiatan ekonom i dalam suatu m asyarakat atau negara berdasarkan<br />suatu cara m etode tertentu. M isalnya, bank Islam dapat disebut<br />sebagaiu nit( terbatas) darib eroperasinya suatu sistem ekonom iI slam ,<br />bisa dalam ruang lingkup m akro atau m ikro. Bank Islam disebut unit<br />sistem ekonomi Islam, khususnya doktrin larangan riba.<br />Dan ketiga,eko nom i Islam itu berarti perekonom ian um at Islam<br />atau perekonom ian di dunia Islam , m aka kita akan m endapat sedikit<br />penjelasan dan gam baran dalam sejarah um at um at Islam baik pada<br />m asa Nabi sam pai sekarang. Hal ini bisa kita tem ukan, m isalnya,<br />bagaim ana keadaan perekonom ian um at Islam di Arab Saudi, M esir,<br />Irak, Iran, Indonesia, dan sebagainya, atau juga perekonom ian um at<br />Islam di negara non-Islam seperti Am erika, Cina, Perancis, dan<br />10<br />sebagainya.</p><p>Kosa kata âœekonom iâ m erupakan kosa kata yang baru,d alam arti<br />tidak dikenal pada m asa awal Islam . Pada m asa ini hanya m engenal<br />istilah m uam alah dalam arti luas, hubungan antar m anusia secara<br />umum: ekonomi, rumah tangga dan lain-lain.</p><p>10<br />Tentang tiga pengertian ekonom i Islam tersebut: ilm u ekonom i, sistem<br />ekonom i, dan perekonom ian um at Islam , dapat dilihat pada M .Dawam Rahardjo,<br />"Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi", (Jakarta : LSAF, 1999), h. 3-4.</p><p>, Vol. IV, No. 1, Juni 2007 54<br />Istilah "iqtishad" (bahasa Arab) yang diartikan atau<br />disepadankan dengan "ekonom i" m erupakan kosa kata yang baru.<br />Sehingga kita tidak m enem ukan pada literatur keislam an klasik,<br />11<br />fikih.Kalau kita telusuri istilah "iqtishad" m uncul dari<br />perkem bangan pem ikiran M uham m ad Iqbal (1876-1938) salah<br />seorang tokoh pem baruan Islam dari India. Pada tahun 1902 Iqbal<br />12<br />menerbitkan buku yang berjudul "'Ilm al-Iqtishad" (ilmu ekonomi).<br />Pem ikiran tentang ekonom i Islam sebagai kajian teoritis baru<br />m ulai ram ai dibicarakan pada awal dasawarsa 1970-an, walaupun<br />pem bahasan yang bersifat fikih sudah tam pak sebelum nya sebagai<br />bagian dari pem ikiran hukum Islam . Dalam rangka itu, pem bahasan<br />tentang bunga bank yang dikaitkan dengan konsep riba m erupakan<br />bagian yang penting dan selalu disebutkan. Oleh karena itu, gagasan<br />m engenai bank Islam berkem bang terlebih dahulu dalam upaya<br />m enerapkan prinsip ekonom i Islam . (Ensiklopedi Tem atis Dunia<br />Islam , Jld.6, 2007, hal.399.). Dan tam paknya pem ikiran ekonom i<br />Islam , di Indonesia khususnya, belum bergerak jauh dari tem a<br />perbankan (lem baga keuangan lainnya). Dengan dem ikian pem ikiran<br />ekonom i Islam m asih m enunggu karya kreatif, ijtihad, para<br />pendukungnya untuk mengembangkannya.<br />Kajian Pendekatan Ekonomi Islam Kontemporer<br />13<br />M enurut Prof.V olker Nienhaus,dariJ erm an,d alam tulisannya<br />âœIslamic Economics: Policy Between Pragmatism and Utopiaâ, ada<br />em pat pendekatan utam a dalam kajian m engenai ekonom i Islam<br />selam a ini. Pertam a, pragmatis; kecenderungan ini ditandai dengan<br />penolakan ideologi-ideologi ekonom i yang diikuti dengan upaya<br />m elakukan sintesis atau ekleksi, yaitu m encam pur berbagai gagasan<br />dan teori yang dianggap paling praktis untuk dilaksanakan. M enurut<br />Nienhaus kecenderungan inilah yang banyak diam bil.K edua,resitatif ;<br />pendekatan yang m engacu pada teks ajaran Islam , pendekatan ini<br />m engacu pada hukum fikih, teologi, etika ekonom i. Ketiga,<br />pendekatan utopian.Uto pia adalah gam baran m engenai dunia yang<br />kita inginkan. Pendekatan ini dikem bangkan dengan m erum uskan<br />m odel m anusia, m isalnya homo economicus, atau m anusia altruistis.<br />Selanjutnya dikem bangkan m odel m asyarakat yang dicita-citakan:</p><p>11<br />Lihat Am inoto Sa'doellah, Ekonomi âœTukang Semritâ: Gagasan Ekonomi<br />Islam versi Kitab Kuning, Gerbang Jurnal Pem ikiran Agam a dan Dem okrasi,<br />Vol.05,No.02,Oktober-Desem ber 1999, Surabaya,t erutam a sub: Lafaz tak Bertuan,<br />h.31-36.<br />12<br />Lihat Tim ur Kuran, "Politik Identitas Ekonomi Islam", terj. M uhaim in<br />Syam suddin, Gerbang Jurnal Pem ikiran Agam a dan Dem okrasi,<br />Vol.05,No.02,Oktober-Desember 1999, Surabaya, h. 103.<br />13<br />Dawam Rahardjo, âœWacana Ekonomi Islam Kontemporerâ, dalam M. Umer<br />Chapra, âœIslam dan Tantangan Ekonomiâ, (Surabaya : Risalah Gusti,1999) ,h. x ii-<br />xvi</p><p>âœBaldah al-Thayyibah wa Rubbun Ghafurâ. Pendekatan yang<br />terakhir, keem pat, adaptif; berusaha m elakukan penyesuaian diri<br />berdasarkan kondisi setem pat dan sejarah m asing-m asing um at Islam ,<br />seperti gagasan sosialism e Islam ; sosialism e kerakyatan; sosialism e<br />demokrasi.<br />M enurut M uchtar Ahm ad kajian ekonom iI slam selam a inid apat<br />14<br />dikategorikan m enjadi em pat (4) corak.Pertama, kajian ekonom i<br />Islam dalam lingkup norm atif, dalam arti upaya m enjelaskan dasar-<br />dasar filosofis atau norm atif suatu kajian ekonom iy ang sesuaid engan<br />tuntunan Islam , m enurut ajaran baku dalam al-Qur'an dan hadis.<br />Kedua, kajian ekonom i Islam hasil pem ikiran atau penyelidikan para<br />fukaha, pakar ekonom i, sosiolog, dan sebagainya seperti Ibnu<br />Khaldun, Ibnu Taim iyah, Abu Yusuf, Um er Chapra dan sebagainya<br />yang dilakukan secara kritis, baik m elalui pem eriksaan teori dan tesis<br />yang dikem ukakan m aupun m elalui pengujiannya terhadap perilaku<br />ekonom i m uslim . Ketiga, kajian perbandingan antara perilaku<br />ekonom i m uslim dengan konsep sistem ekonom i Islam yang teoritis.<br />Atau m enghadapkan perilaku ekonom i m uslim kepada nilai-nilai<br />Islam . Dan keempat, kajian perbandingan antara konsep sistem<br />ekonom i Islam dengan sistem ekonom i kapitalis dan sosialis serta<br />perkem bangan ekonom i kontem porer (gejala perkem bangan sistem<br />ekonom i dunia). Juga bisa ditam bahkan disini perbandingan<br />pemikiran antar para ekonom Islam itu sendiri, seperti yang dilakukan<br />oleh M oham ed Aslam Haneef (1995) dalam bukunya "Contemporary<br />Islamic Economic Thought: A Selected Comparative Analysis".<br />Penutup<br />Secara singkat dan sederhana tulisan ini sudah m encoba<br />m endeskripsikan tentang ekonom i Islam . Tulisan ini m em ang m asih<br />sangat terbatas pada aspek-aspek: gagasan Qurâ™an tentang ekonom i,<br />apa itu ekonom i Islam , sejarah singkatnya, dan kajian-kajian yang<br />dilakukan oleh para pemikir ekonomi Islam kontemporer saat ini.<br />Dari artikel ini tergam bar bahwa kajian ekonom i Islam selam a<br />ini m asih banyak berputar pada wilayah perbankan dan lem baga<br />keuangan Islam lainnya. Oleh karena itu ekonom i Islam m asih<br />m enunggu pikiran-pikiran dan karya-karya kreatif dari para<br />pendukungnya untuk m engem bangkan dan sekaligus m em buktikan<br />secara nyata bahwa ekonom i Islam m em ang lebih baik dan m em bawa<br />rahmat bagi bagi siapa saja.</p><p>14<br />Baca M uchtar Ahm ad," Kajian Ekonomi dan Nilai Islami",U lum ulQ ur'an,<br />Vol. II. No.9. (1991), h. 9.</p><p>DAFTAR PUSTAKA<br />Adnan, M . Akhyar, "An Investigation of Accounting Concepts and<br />Practices in Islamic Banks: The Cases of Bank Islam<br />Malaysia Berhad and Bank Muamalat Indonesia", PhD<br />Thesis, (Australia, University of Wollongong, 1996)<br />Khurshid Ahm ad (ed.), "Studies in Islamic Economics", (Leicester,<br />The Islamic Foundation, 1980)<br />Ahm ad,M uchtar," Kajian Ekonomid an NilaiI slami",U lum ulQ ur'an,<br />Vol. II. No.9. (1991)<br />Anto, M .B. Hendrie, "Pengantar Ekonomika Mikro Islami",<br />(Jogjakarta, Ekonisia, 2003)<br />Chapra, M . Um er, âœIslam dan Tantangan Ekonomiâ, (Surabaya,<br />Risalah Gusti, 1999)<br />Esposito, John L. dkk (ed.), "Ensiklopedi Oxford Dunia Islam<br />Modern", jl.2, terj. Eva Y.N. dkk., Entri Ekonomi, (Bandung,<br />Mizan, 2001)<br />Haneef, M oham ed Aslam , "Contemporary Islamic Economic<br />Thought: A S e le c te d C omparative Analysis", (Kuala<br />Lumpur, Ikraq, 1995)<br />Karim , Adiwarm an "Ekonomi Islam: Suatu Kajian Ekonomi Makro",<br />(Jakarta, The International Institute of Islam ic Thought<br />Indonesia, 2002),<br />Karim , Adiwarm an "Ekonomi Mikro Islami", (Jakarta, The<br />International Institute of Islamic Thought Indonesia, 2002),<br />Kuran, Tim ur, "Politik Identitas Ekonomi Islam", terj. M uhaim in<br />Syam suddin, Gerbang Jurnal Pem ikiran Agam a dan<br />Dem okrasi, Vol.05, No.02, Oktober-Desem ber 1999,<br />Surabaya<br />M oeham m ad, Goenawan, "Metodologi Ilmu Ekonomi Islam: Suatu<br />Pengantar", (Jogjakarta, UII-Press, 2000).<br />Rahm an, Fazlur, âœIslamâ, cet.II, terj. Ahsin M oham m ad, (Bandung,<br />Pustaka, 1994)<br />Rahardjo, M .Dawam , "Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi",<br />(Jakarta, LSAF, 1999)<br />Saâ™doellah, Am inoto, Ekonomi âœTukang Semritâ: Gagasan Ekonomi<br />Islam versi Kitab Kuning,G erbang Jurnal Pem ikiran Agam a<br />dan Dem okrasi, Vol.05,No.02,Oktober-Desem ber 1999,<br />Surabaya<br />Siddiqi, M . Nejatullah, "Muslim Economic Thinking: A Survey of<br />Contemporary Literature", (Leicester, The Islam ic<br />Foundation, 1988).<br />Yuliadi, Im am udin, "Ekonomi Islam: Sebuah Pengantar",<br />(Yogyakarta, LPPI-UMY, 2001)
</p>
</div><img src="http://api.mixpanel.com/track/?data=eyJldmVudCI6ICJmdWxsdGV4dGltcHJlc3Npb24iLCAicHJvcGVydGllcyI6IHsidG9rZW4iOiAiYTRhNDYwYTM5MDRlZWU4ZmY1ZTAyNGVhNGJkZTdhYzIifX0=&ip=1&img=1" width="1" height="1" border="0" /><img src="http://pixel.quantserve.com/pixel/p-89EKCgBk8MZdE.gif" border="0" height="1" width="1" /><br /><br /><a href="http://makalah-gratis.blogspot.com/2010/03/makalah-ekonomi-islam-kajian-konsep-dan.html" rel="nofollow">Read More</a>