[New post] Paket Peti Mati untuk Koruptor

Tulisan : Paket Peti Mati untuk Koruptor
URL : http://antikorupsijateng.wordpress.com/2011/06/08/paket-peti-mati-untuk-koruptor/
Terkirim : Juni 8, 2011 pada 5:01 am
Penulis : kp2kknjateng
Kategori : ARTIKEL

SUARA MERDEKA - Rabu, 08 Juni 2011
Tajuk Rencana Suara Merdeka

Ada-ada saja ulah CEO Buzz & Co, Sumardy ini. Dia mengirim paket peti mati ke sejumlah perusahaan, termasuk beberapa perusahaan media. Si Pengirim, Sumardy mengaku, ulahnya itu bukanlah untuk meneror, melainkan undangan yang menjadi  bagian dari strategi pemasaran dan promosi peluncuran buku "Rest in Peace Advertising". Efeknya cukup menggemparkan juga. Beberapa perusahaan tentu geram atas paket tersebut, dan model seperti itu dinilai sebagai di luar batas etika dan kesopanan. Polisi pun menilai, paket itu sebagai teror.

Tentu Sumardy "berhasil". Setidaknya dampak yang sudah terlihat adalah, dia kini diperbincangkan banyak orang. Ada banyak ungkapan kekesalan, prihatin, kebablasan, dan lain-lain. Kalau hanya membicarakan dampak yang diinginkan, tentulah sudah cukup mengena. Persoalannya terletak di batas mana model pemasaran seperti itu diterima masyarakat luas. Rasanya, kultur di sini belumlah menganggap persoalan itu sebagai kewajaran, melainkan sudah melewati batas kesopanan, dan karena itu Sumardy dikecam.

Bahkan, ada tafsir lain dari para penerima paket yakni mereka merasa "didoakan" cepat mati, dan tentu hal ini menimbulkan kerisauan dan kepanikan. Sementara orang selalu berdoa diberi umur panjang dan kesehatan, eh tiba-tiba dapat paket peti mati. Yang barangkali dilupakan oleh Sumardy adalah bahwa bisnis pun tetap harus disandarkan pada logika, dan perasaan sekaligus. Jika hanya disandarkan pada nafsu semata, atau pun keinginan maka sering kali harus bertabrakan dengan norma dan kepatutan.

Atau barangkali Sumardy hanya ingin dikenal saja, mencari sensasi agar dia diperbincangkan banyak orang. Tentu kita tidak tahu persis motif paling utama dari ulah dia itu. Jika hanya ingin mencari sensasi, ya sebegitulah kira-kira keinginannya. Bisa jadi, dia merasa "terhormat" diperbincangkan banyak orang, meski pun dia paham benar tentang konsekuensi yang bakal ditanggung. Tetapi, bisa juga dia hanyalah ingin "guyonan" semata, dan ingin mengajak masyarakat "keluar" dari situasi penat lingkungan politik Tanah Air akhir-akhir ini.

Jika hanya "guyonan", maka sebaiknya dimaafkan saja. Mungkin benar, Sumardy telah melakukan tindak perbuatan yang tidak menyenangkan. Mungkin pula dia tidak dengan sengaja merancang, atau pun merencanakan perbuatan tidak menyenangkan. Ini pun tergantung pada sikap para penerima paket. Tetapi, jika benar-benar tidak ditujukan untuk meneror, sebaiknya polisi juga tidak menganggapnya sebagai kasus yang besar. Masih banyak hal yang perlu diurus, dan tinggalkan saja kasus seperti itu.

Mungkin sekadar saran saja, mestinya Sumardy menempuh cara yang sama, tetapi dengan fokus penerima yang berbeda. Dia kirimkan saja paket peti mati itu kepada para koruptor, untuk menimbulkan efek teror dan jera sekaligus. Bahkan, lebih dari itu, keluarga koruptor juga akan terimbas. Dampak penjeraan yang ditimbulkan sangat mungkin lebih efektif karena dimensinya luas. Bukankah lewat peti mati itu, bisa dipesankan banyak hal, termasuk agar praktik korupsi segera memasuki tahapan "rest in peace" di negeri ini.

Komentari tulisan ini: http://antikorupsijateng.wordpress.com/2011/06/08/paket-peti-mati-untuk-koruptor/#respond

--
WordPress.com | Terima kasih karena terbang bersama WordPress!

Kelola Langganan
http://subscribe.wordpress.com/?key=97f852a767288299fa46c6a4c35d9f7d&email=yok.harmony.negeri%40blogger.com

Unsubscribe:
http://subscribe.wordpress.com/?key=97f852a767288299fa46c6a4c35d9f7d&email=yok.harmony.negeri%40blogger.com&b=LSg%7EqtMEQwczJuUCIxJq%3D8ktHWhl2%7CQ-BOZtG.0fSkc9pi%2Cu%2C%3F